Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pasar Murah di Panamas, Handil Baras dan SP3 Palingkau

Pada hari Sabtu dan Minggu, 27-28 Juli 2013 bertempat di Panamas, Handil Baras dan SP3 Palingkau, Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas menyelenggarakan kegiatan Pasar Murah. Kegiatan ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi meningkatnya harga bahan makanan pokok seperti gula, minyak goreng, dan lain-lain. Kegiatan pasar murah ini pada awalnya ditujukan kepada masyarakat yang sudah mendapatkan kupon. Setelah kupon habis dan barang masih tersedia, masyarakat yang lain boleh membeli barang tersebut tanpa menggunakan kupon. Meskipun harga barang cuma selisih sedikit dengan harga pasar, banyak masyarakat yang menyerbu pasar murah ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"