Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pentas Seni Islami dan Pesantren Ramadhan 1434 H

Dalam rangka mengisi kegiatan Ramadhan 1434 H, Hot Spot Entertainment dan Komunitas Musik Kami Untuk Semua menyelenggarakan kegiatan Pentas Seni dan Pesantren Ramadhan 1434 H. Kegiatan ini akan dilaksanakan satu bulan penuh di Pasar Kuliner Stadion Panunjung Tarung, Kuala Kapuas. Kegiatan ini akan menampilkan pagelaran pentas seni Islami (musik, tari, puisi dan busana Islami) dan pesantren Ramadhan.

Kegiatan Pesantren Ramadhan ini akan dilaksanakan dalam tenda berukuran empat kali lima meter dan dilaksanakan setiap hari menjelang berbuka puasa. sasaran peserta adalah para pelajar dan masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat mengisi kegiatan berbuka puasa dengan hal-hal yang bermanfaat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"