Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Pesan Ibu Ketua TP-PKK Kapuas : Dampingi Suami !

"Ibu-ibu harus mendampingi bapak-bapak dalam melaksanakan tugas sebagai Camat", demikian arahan yang disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas, Ery Egahni, SH, setelah pelantikan PKK Kecamatan se-Kabupaten Kapuas, Senin, 8 Juli 2013 di Gedung Lawang Kameloh. "Bapak-bapak itu perlu teman bicara (ngobrol), perlu teman untuk makan dan perlu teman di kamar tidur", lanjut beliau. "Bagi ibu-ibu yang sudah menjadi pegawai negeri, bisa mengusulkan untuk menjadi titipan di lokasi dimana Bapak Camat ditempatkan", saran beliau kepada para istri camat tersebut.

Ajakan Ibu Bupati ini disambut antusias oleh para ibu-ibu setelah beliau sendiri memaparkan bagaimana beliau lebih memilih untuk mendampingi suami dibandingkan dengan mendampingi anak-anak di Palangka Raya. "Kalau pendamping anak-anak bisa digantikan, sedangkan pendamping suami tidak bisa digantikan", papar beliau. Meskipun demikian, beliau juga mengijinkan para ibu-ibu yang memiliki profesi yang tidak tersedia di kecamatan, untuk tetap berada di kota Kuala Kapuas. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)