Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Tadarus di Langgar Al-Inayah

Muhammad Ramadhan mengikuti tadarus di Langgar Al-Inayah
Kegiatan tadarus di Langgar Al-Inayah sudah berlangsung lama. Namun jumlah orang yang mengikuti tadarus dari tahun ke tahun tidak bertambah malah berkurang. Hal ini disebabkan para remaja yang biasa mengisi langgar sekarang mereka sudah bekerja dan tidak lagi tinggal di dekat langgar. Tahun 2013 ini, ada tambahan tenaga baru untuk tadarus yaitu Muhammad Ramadhan, siswa kelas 7 Madrasah Tsanawiyah Selat. Jadi setiap malam, kalau yang hadir lengkap, peserta tadarus Qur'an ada empat orang, dua orang bapak-bapak dan dua orang remaja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"