Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Akhirnya Penantian Itu Berakhir

Pada hari Rabu, 7 Agustus 2013, selesai shalat Isya, 'kaum' Langgar Inayah, Kuala Kapuas, bertanya kepada jama'ah apakah sudah diputuskan bahwa besok adalah Idul Fitri. Jama'ah dengan segera menjawab, "Sudah !". Bila seusai shalat Maghrib tadi belum ada takbiran, maka setelah diketahui bahwa besok adalah Idul Fitri, jama'ah langgar langsung melaksanakan kegiatan takbiran.

Meskipun belum mengetahui tentang keputusan kapan Idul Fitri akan diumumnkan, sejak tadi pagi pengurus langgar sudah mulai melakukan pengumpulan zakat fitrah dari masyarakat di sekitar langgar. Setelah shalat Isya ini, mereka akan mendistribusikan hasil pengumpulan zakat fitrah tersebut kepada mereka yang berhak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"