Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pelatihan Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan

Undangan dan peserta pelatihan kecakapan keorangtuaan
Pada hari Sabtu, 24 Agustus 2013 bertempat di Gedung Wanita Lawang Kameloh, Jalan Kartini, Kuala Kapuas dilaksanakan kegiatan Pelatihan Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan Bagi Tim Penggerak PKK Kecamatan, Kader PKK Desa, Kader Posyandu dan Pendidikan PAUD se-Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas. Dana untuk kegiatan ini berasal dari Dirjen Pendidikan Anak, Kementerian Pendidikan.

Setelah pelatihan ini diharapkan peserta dapat bekerjasama dengan pengampu kepentingan keorangtuaan. Selain itu para peserta juga diharapkan untuk dapat memberikan penyuluhan tentang kecakapan keorangtuaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"