Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

4 Ruang SMPN 4 Selat Kuala Kapuas Memprihatinkan

Plafon ruangan yang berlubang karena dimakan usia (Courtesy of Tommy Saputra)

Plafon selasar yang berlubang (Courtesy of Tommy Saputra)

Guru dan Kepala Sekolah di ruangan yang rusak (Courtesy of Tommy Saputra)
Kuala Kapuas. Dari 21 ruangan kelas belajar yang dimiliki Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Selat ada 4 ruangan diantaranya yang memprihatinkan, karena ruangan kelas yang dibangun pada tahun 1985 yang lalu itu sudah sepantasnya untuk mendapatkan pembangunan gedung baru atau renovasi.

4 ruangan yang belum mendapatkan sentuhan ini, masih digunakan dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) karena tidak memiliki ruangan cadangan yang lain.

Mirisnya apabila hari hujan seperti bulan-bulan sekarang, sering kali air hujan itu memasuki ruangan belajar, karena atap bangunan sudah banyak yang bolong karena dimakan usia.

Selain ruang kelas itu, yang perlu dapat perhatian juga kondisi Ruang Belajar Lain (RBL)  yang juga rusak berat karena ruangan RBL ini digunakan sebagai ruangan kesenian, aula dan lain-lain dimana dengan adanya ruangan RBL itu dapat menunjang dalam penyaluran bakat dan kreatifitas siswa.

Kepala Sekolah SMPN 4 Selat, Drs. Haris Fadilah, M.Pd mengharapkan adanya bantuan baik dari Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi sampai Pemerintah Pusat melalui Dinas terkait untuk dapat merealisasikan perbaikan dan peremajaan tersebut, karena hal itu untuk menunjang proses belajar mengajar apalagi dalam menghadapi Kurikulum yang baru ini.

Dengan kondisi ruangan yang yaman dan prasarana yang lengkap, kita harapkan dapat meningkatkan minat belajar dan lebih dapat lagi untuk mencetak kader-kader generasi muda penerus bangsa ini," ungkap Kepala Sekolah. (Tommy Saputra)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)