Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kapuas Gelar Demo

Peserta demo HMI Cabang Kapuas (Courtesy of Tommy Saputra)
Kuala KapuasHimpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuala Kapuas menggelar Aksi Demo (penyampaian aspirasi), dimana kegiatan dipusatkan di Jalan Tambun Bungai di kawasan Taman Kota pada hari Sabtu (14/9) Sore. Aksi Demo tersebut sempat menyita perhatian para pengguna jalan yang melewati kawasan tersebut.
Peserta demo HMI Cabang Kapuas (Courtesy of Tommy Saputra)
Puluhan orang yang tergabung dalam HMI tersebut menuntut kinerja anggota legislatif, sebagai konsekuensi rekrutmen partai yang kurang selektif dalam pembangunan daerah Kabupaten Kapuas. Koordinator lapangan Ary melalui juru bicara Hanif Sajali mengatakan bahwa, aksi mereka untuk mengeritik kinerja DPRD selama ini, karena kami anggap belum mampu menampung seluruh aspirasi masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan seluruh kebijakan yang ada tidak memiliki multi dampak kepada arah pembangunan yang lebih baik. Selain itu kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas untuk menggunakan hak suaranya pada tanggal 9 April 2014 mendatang.
Peserta demo di depan Taman Kota (Courtesy of Tommy Saputra)
Agar tidak memilih calon legislatif (caleg) yang tidak berkompeten, tidak memiliki integritas dan kapabilitas. Karena sejauh ini kami melihat, proses rekrutmen caleg partai politik (parpol) yang ada tidak melalui mekanisme atau proses yang baik (selection election), sehingga hal ini berakibat pada kinerja dewan.
Selain itu partai politik selama ini hanya lebih mengutamakan kepada calon-calon legislatif yang memiliki kemampuan finansial ketimbang melihat kualitas bakal calon legislatif,” kata Hanif.

Dalam aksi tersebut mereka  membuat 6 tuntutan kepada para wakil rakyat dan partai-partai politik yang mana tuntutan itu sebagai berikut:
  1. Rekrutmen kader parpol dan caleg harus selektif dan berkompeten
  2. Tingkatkan kualitas kinerja anggota DPRD Kabupaten Kapuas.
  3. Anggota legislatif harus cepat dan tanggap dalam merespon kepentingan rakyat
  4. Kurangi atau hapuskan pemborosan uang rakyat yang tidak penting
  5. Jangan menyususn anggaran yang disisipi kepentingan pribadi/golongan
  6. Pecat anggota legislatif yang tidak amanah dalam menjalankan aspirasi (suara) rakyat.
Keenam tuntutan itulah yang dilayangkan oleh salah satu oganisasi mahasiswa Islam ini dan Hanif berharap agar tuntutan ini bisa secepatnya mendapatkan tanggapan khususnya dari Pemerintah Daerah,”pungkasnya. (Tommy Saputra)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)