Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pin a Personality

Pin yang berbentuk "Blue Circle"
Dalam rangka menyambut Hari Diabetes Sedunia pada tanggal 14 November 2013 nanti, International Diabetes Federation mengharapkan para pegiat diabetes untuk memberikan pin kepada orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap diabetes dan bisa menjadi panutan bagi orang-orang disekitarnya. Pin ini disediakan secara gratis oleh mereka dengan syarat pin tersebut diberikan kepada orang-orang tersebut dan mereka minta dikirimi foto dari orang-orang yang mendapatkan pin tersebut. Foto-foto tersebut akan dimuat dalam Pin a Personality Gallery. Admin sudah mengirimkan tiga buah foto pegiat diabetes di Kuala Kapuas, semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa dimuat dalam galeri diatas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"