Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Rumah Betang Sei Pasah Hampir Selesai

Rumah Betang Sei Pasah
Pada hari Jum'at, 30 Agustus 2013, admin mampir ke Rumah Betang Sei Pasah. Bila pada tanggal 29 Desember 2012 yang lalu rumah betang ini masih berupa rangka, maka sekarang dindingnya sudah terpasang. Pelabuhan rumah betang ini kemarin digunakan sebagai tempat mulainya acara Laluhan, saat peringatan Hari Ulang Tahun Kapuas tahun ini.

Bila melihat komplek Betang Sei Pasah ini, jalannya masih rusak, tempat parkirnya pun sudah ditumbuhi dengan semak belukar. Mudah-mudahan nanti ketika rumah betang ini sudah jadi dan akan diresmikan penggunaannya sebagai salah satu lokasi wisata andalan Kabupaten Kapuas, tempat ini akan dibenahi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"