Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Ketua Tim Penggerak PKK Dampingi Pelayanan Sosial PMI di Kabulat

Ketua TP-PKK bersalaman dengan Pak Ticek
Pada hari Minggu, 20 Oktober 2013, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas, Ibu Ary Egahni, SH bersama dengan dua orang anggotanya menyertai para relawan Palang Merah Indonesia Kabupaten Kapuas melaksanakan kegiatan Pelayanan Sosial di Kabulat, kompleks kusta. Beliau berangkat dengan menggunakan speedboat, sedangkan para relawan menggunakan klotok.

Dalam kegiatan pelayanan ini, beliau mengunjungi rumah penderita kusta dan melakukan dialog dengan mereka. Beliau mendengarkan cerita yang disampaikan oleh Bapak Ticek, mantan penderita kusta yang usianya lebih dari 90 tahun. Selain itu beliau juga menyerahkan bingkisan kepada penghuni kompleks Kabulat. Beliau menjanjikan untuk memperbaiki akses ke komplek ini sehingga para penghuni tidak kesulitan untuk berhubungan dengan dunia luar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)