Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Penilaian Lomba UKS Tingkat Kalimantan Tengah

Penilai minta diperiksa tensi dengan Dokter Kecil
Pada hari Rabu, 30 Oktober 2013, Tim Penilai Lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah melakukan penilaian di Kabupaten Kapuas. Sekolah pertama yang dikunjungi adalah MIN 1 Tamban Catur.
Yel-yel UKS di SMPN 1 Basarang
Setelah itu rombongan menuju ke SMPN 1 Basarang. Di sekolah ini rombongan di sambut dengan tari penyambutan ala Bali.
Tarian Cuci Tangan
Sekolah terakhir yang dikunjungi adalah SMAN 2 Kuala Kapuas. Di sekolah ini para siswa-siswi menampilkan tarian yang memperagakan cara mencuci tangan dengan sabun yang benar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"