Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Wacana Kerjasama Akper Kapuas Dengan Queensland University of Technology

Suasana sosialisasi wacana kerjasama Akper dan QUT
Pada hari Selasa, 22 Oktober 2013 bertempat di ruang direktur Akademi Keperawatan Pemkab Kapuas dilaksanakan kegiatan penjelasan mengenai rencana kerjasama antara Akper dengan School of Nursing Queensland University of Technology (QUT), Brisbane, Australia. Dalam wacana ini, pihak QUT menanyakan kepada pihak Akper Kapuas jenis kerjasama seperti apa yang diinginkan. Apakah ingin mengirimkan lulusan Akper untuk meneruskan pendidikan di QUT? Atau mengirimkan para dosennya untuk mengambil pendidikan master atau PhD di QUT?

Selain itu pihak Politeknik Kesehatan Palangka Raya juga mengajak Akper Kapuas untuk bekerja sama mewujudkan Akademi Keperawatan yang berkelas internasional. Salah seorang dosen Poltekkes Palangka Raya, Ibu Djenta Saha, PhD sedang mengikuti kegiatan Post Doctoral course di School of Nursing, Queensland University of Technology. Beliau mengusulkan program Certificate Assistant of Nursing bagi lulusan akademi keperawatan di Kalteng. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada para lulusan akper untuk menjadi duta bangsa bekerja sebagai perawat di luar negeri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"