Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Handil Simpang Bungai


Pada hari Minggu, 10 November 2013, admin menyusuri Handil Simpang Bungai ke arah Sungai Kapuas Murung. Sayangnya sebelum mencapai tepian sungai, admin terkendala dengan jembatan yang mengkhawatirkan kondisinya.

Menurut keterangan warga, handil ini dulunya punya feri yang menyeberangkan penumpang ke Handiwung, tapi sejak ada feri di Handil Selat Simin, feri di handil ini tidak aktif lagi, dan jembatan pun tidak terurus lagi.

Ke arah laut, handil ini hanya dihuni oleh beberapa belas rumah saja, agak lebih banyak rumah di arah darat. Sebagian masyarakat hidup dengan bertani dan sebagian besar mereka menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar. Banyak juga masyarakat yang menebang pohon galam untuk dijual.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"