Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pawai 1 Muharram 1435 H

Atraksi peserta Pawai 1 Muharram 1435 H
Pawai 1 Muharram 1435 H dilaksanakan pada hari Selasa, 5 November 2013. Pawai dimulai dari Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Jalan Jendral Sudirman dan berakhir di Masjid Agung Al Mukarram, Jalan Tambun Bungai, Kuala Kapuas. Pawai ini diikuti oleh lebih dari 100 kelompok peserta. Masing-masing peserta ada yang beranggotan beberapa belas orang sampai beberapa ratus orang. Peserta pawai ini tidak putus-putus mulai dari Start sampai Finish.

Pawai diikuti oleh pelajar mulai dari SD/MI, SMP/MTs, sampai SMA, SMK/MA. Selain itu kegiatan ini juga diikuti oleh organisasi mahasiswa seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Lembaga keagamaan pun tidak ketinggalan seperti Muslimat NU dan Lembaga Pengkajian Tilawatil Qur'an. Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun tidak ketinggalan meramaikan pawai ini sekaligus sosialisasi Pemilihan Umum DPD, DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten pada tanggal 9 April 2014.

Macam-macam atraksi ditampilkan oleh peserta pawai. Ada drum band, pencak silat, tekwondo, pramuka, PMR, paskibraka, futsal, pecinta alam, habsyi, tarian dan lain-lain. Kendaraan yang digunakan pun bervariasi mulai dari gerobak, becak, mobil gowes, mobil biasa sampai ambulance. Kemeriahan pawai ini senantiasa ditunggu oleh masyarakat disepanjang tepi jalan yang dilewati oleh peserta pawai.

Berikut cuplikannya:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"