Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Siswa MTsN Selat Raih Perunggu

Pak Awan Winanto (kiri) dan Muhammad Aulia Rohim
Kuala Kapuas (Humas), Siswa MTsN. Selat Kuala Kapuas, sebagai salah satu peserta yang mewakili Kalimantan Tengah dalam ajang Kompetisi Sain Madrasah (KSM) tingkat Nasional,  Muhammad Aulia Rohim berhasil meraih medali  Perunggu bidang Matematika. Prestasi tersebut diperoleh pada  Kompetisi Sain  yang diselenggarakan tanggal 5-9 Nopember 2013, di kota Malang Jawa Timur.  Muhammad Aulia Rohim yang sekarang duduk di kelas IX MTsN. Selat Kab. Kapuas menjadi peserta yang mewakili Kalteng. Sebagai pendamping pada ajang tersebut dipercayakan kepada Guru MTsN. Selat Awan Winanto, S.Pd.

Mengetahui keberhasilan  tersebut Kepala MTsN. Selat Sriyadi, M.Pd,  langsung memberikan selamat dan apresiasi atas prestasi yang diraihnya anak didiknya. “Alhamdhulillah, selamat dan luar biasa” kata Kepala Madrasah.

Selanjutnya, Sriyadi, mengungkapkan, kendati bukan medali emas atau perak yang diraih, hal ini membuktikan bahwa siswa  MTsN. Selat mampu bersaing dalam sebuah kompetisi bertaraf  nasional, yang pesertanya notabene hasil penyaringan ketat di propinsi asalnya. “Saya bersyukur dengan prestasi ini, karena dapat membawa nama harum Kalteng di tingkat nasional. Keberhasilan ini diharapkan dapat memberikan semangat kepada siswa lainnya untuk selalu belajar dan berlatih dengan sungguh” ucapnya.

Sementara itu, Awan Winanto, S.Pd yang saat ini menjabat sebagai koordinator Olympiade Matematika di MTsN. Selat mengungkapkan, dengan prestasi tersebut  dirinya merasaan bangga dan haru bercampur menjadi satu karena pembinaan yang dilakukan selama ini mendapatkan hasil, walaupun bukan peringkat satu atau dua. “Kesungguhan, keuletan, motivasi dan kesabaran dari diri siswa serta kondisi lingkungan, sangat membantu dalam mencapai sebuah prestasi” ungkap awan Winanto.  (andg) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)