Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Kisruh Bagi Hasil Plasma PT. Globalindo Agung Lestari (GAL)

Kebun plasma masyarakat yang diportal (Courtesy of Husni)
 Pada hari Sabtu, 28 Desember 2013 pihak manajemen PT. Globalindo Agung Lestari (PT. GAL) mengadakan rapat dengan peserta plasma. Warga mengeluhkan mengenai belum diterima hasil dari pembagian kebun plasma. Dalam perjanjiannya pihak perusahaan berjanji dalam waktu 48 bulan sudah ada bagi hasil, sedangkan saat ini sudah berjalan 5 tahun (60 bulan) namun belum ada bagi hasilnya.
Kebun plasma masyarakat yang diportal (Courtesy of Husni)
Informasi Kapuas belum mendapatkan informasi mengenai penyebab dari belum adanya bagi hasil plasma dari pihak perusahaan. Perusahaan minta waktu 30 hari dan mengharapkan adanya mediasi dari pihak pemerintah daerah antara manajemen, koperasi dan peserta plasma. Warga Dadahup tergabung dalam Koperasi Global Mitra Sejati.

Akibat belum jelasnya pembagian hasil kebun plasma ini, warga memasang portal di seluruh kebun plasma. Tentu saja hal ini mengakibatkan warga yang menjadi buruh di perusahaan sawit ini tidak bisa bekerja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"