Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Penyelidikan Epidemiologi di PT. Kalimantan Ria Sejahtera

Pada hari Kamis-Jum'at, 28-29 November 2013, rombongan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas mengadakan penyelidikan epidemiologi di perusahaan besar sawit PT. Kalimantan Ria Sejahtera. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut laporan dari perusahaan tersebut bahwa ada sebagian dari karyawannya yang menderita penyakit demam berdarah.

Ketika rombongan sampai di perusahaan, ternyata semua pekerja yang diduga menderita penyakit demam berdarah sudah dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus, Palangka Raya. Pimpinan rombongan, dr. Tri Setyautami, MPHM langsung menghubungi pihak Doris untuk mendapatkan informasi mengenai pasien yang dirujuk tersebut. Ternyata tidak ada satu pun penderita yang dirujuk tersebut didiagnosis dengan demam berdarah.

Pada saat yang sama, petugas dari Dinas Kesehatan langsung memeriksa rumah-rumah para pekerja yang sakit tersebut. Ternyata dari pemeriksaan, banyak rumah yang memiliki jentik-jentik. Para petugas dari Dinas Kesehatan langsung melakukan fogging fokus di tempat dimana ada penderita yang diduga menderita demam berdarah. Selain itu, petugas dari Dinas Kesehatan juga meninggalkan "abate" yang dapat digunakan untuk membunuh jentik-jentik. Pelayanan imunisasi dan pemberian vitamin juga diberikan sebagai bentuk pelayanan tambahan bagi para pekerja kebun sawit beserta keluarganya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"