Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Penyuluhan AIDS di Ponpes Al-Amin Kapuas

Penyuluhan AIDS di Masjid Ponpes
Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia Tahun 2013, Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Kapuas menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan AIDS di pondok pesantren. Penyuluhan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu, 4 Desember 2013 di Masjid Halimah 'Abdu Musa Al-Badri yang terletak di komplek pondok pesantren. Dalam penyuluhan tersebut diberikan penjelasan seputar penyakit AIDS baik definisi, cara penularan, himbauan untuk remaja agar Abstinence (tidak melakukan hubungan seks diluar nikah), Be Faithful (setia dengan istri/suami), using Condom (bagi suami/istri yang sudah terinfeksi), Drugs (tidak menggunakan narkoba) dan Equipment (peralatan tajam harus steril). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"