Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Ruang Hemodialisa Sedang Dipersiapkan

Ruang Hemodialisa
Ruang hemodialisa di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo sedang menjalani proses renovasi dalam rangka persiapan pembukaannya pada awal 2014 mendatang. Para tukang sedang melakukan perombakan pada ruangan yang ada sehingga sesuai dengan desain yang disarankan oleh pihak Fresenius sebagai penyedia peralatan hemodialisa. Biaya renovasi yang mencapai sekitar 180 jutaan ini ditanggung seluruhnya oleh pihak Fresenius, begitu juga dengan pelatihan para petugasnya yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum dan perawat. Diharapkan bangunan dengan kapasitas sekitar 12 mesin hemodialisa ini sudah dapat dioperasikan awal tahun depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"