Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Simulasi Pertolongan Pertama Kecelakaan Di Air dan Cedera Luka

Simulasi evakuasi pasien kecelakaan di air (Courtesy of PMI Kabupaten Kapuas)

Simulasi pertolongan pertama pada kecelakaan di air (Courtesy of PMI Kabupaten Kapuas)

Simulasi resusitasi jantung paru dengan manikin (Courtesy of PMI Kabupaten Kapuas)

Foto bareng sesudah simulasi pertolongan pertama (Courtesy of PMI Kabupaten Kapuas)

Foto bareng peserta simulai pertolongan pertama (Courtesy of PMI Kabupaten Kapuas)

Relawan desa memberi pertolongan pertama cedera luka (Courtesy of PMI Kabupaten Kapuas)

Relawan desa memberi pertolonga pertama pada patah tulang (Courtesy of PMI Kabupaten Kapuas)

Relawan desa melakukan evakuasi korban kecelakaan (Courtesy of PMI Kabupaten Kapuas)

Simulasi evakuasi korban kecelakaan di air (Courtesy of PMI Kabupaten Kapuas)

Foto bareng sesudah simulasi pertolongan pertama (Courtesy of PMI Kabupaten Kapuas)
Mulai tanggal 23 sampai 25 Januari 2014, Program Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (KPPBM) Palang Merah Indonesia Kabupaten Kapuas bekerjasama dengan PMI Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan kegiatan Simulasi Tingkat Desa, Pertolongan Pertama Kecelakaan Di Air dan Cedera Luka. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Pulau Kupang, Desa Handiwung dan Desa Terusan Raya dan disponsori oleh Palang Merah Spanyol (Spanish Red Cross).

Fasilitator simulasi dari PMI Provinsi Kalimantan Tengah dipimpin oleh Bapak Joko Wardoyo. Kegiatan simulasi ini dibantu juga oleh staf dan relawan dari PMI Kabupaten Kapuas. Relawan dari ketiga desa tersebut terlibat aktif dalam simulasi ini. Perahu karet yang digunakan untuk simulasi dipinjam dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"