Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Simulasi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Kerja


Pada hari Selasa, 11 Februari 2014 bertempat di Jalan Maluku, depan Stadion Panunjung Tarung, Kuala Kapuas, dalam rangka Upacara Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tingkat Kabupaten Kapuas Tahun 2014, diselenggarakan kegiatan Simulasi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Kerja. Kegiatan simulasi ini melibatkan para relawan Palang Merah Indonesia Kabupaten Kapuas dan tiga orang pekerja. Skenarionya adalah para pekerja berusaha memadamkan kebakaran yang terjadi di tempat kerjanya. Dalam kecelakaan tersebut ada pekerja yang memerlukan perawatan segera. Korban dibawa dengan tandu ke tempat yang aman kemudian dilakukan pertolongan pertama. Pertolongan pertama yang diberikan ada yang berupa bantuan napas, ada juga yang harus dibidai kakinya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"