Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Siswa MTsN Selat Khataman Al-Qur’an

Murid-murid MTsN Selat Tengah sedang membaca Qur'an
Kuala Kapuas (Inmas),   Sehubungan telah selesai   pembacaan Al-Qur’an sampai juz terakhir, siswa MTsN Selat mengadakan Khataman Al-Qur’an, Selasa (18/2). Siswa yang mengadakan acara tersebut sebanyak 40 orang yang semuanya berasal dari kelas VII-1.  Sebelumnya dalam  pembacaan Al-Qur’an atau tadharus  laksanakan setiap pagi sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Sejak tahun ajaran baru,  hingga sampai saat ini kelas tersebut telah tuntas menyelesaikan pembacaan Al-Qur’an sampai juz 30. Dalam Khataman tersebut didampingi oleh salah satu guru MTsN Selat Dra. Norhasanah, Wali Kelas Miftahul Hayati, S.Ag  dan Wakamad Kesiswaan Siti Rofingah, M.PdI.

Pada kesempatan tersebut Kepala MTsN Selat Sriyadi melalui Wakamad Kesiswaan  Siti Rofingah, M.PdI menjelaskan, salah satu tujuan dari kegiatan khataman ini sebagai  apresiasi dan penghargaan atas ketekunan yang mereka lakukan selama ini.

Kegiatan ini, katanya,  pada nantinya tidak hanya akan dilakukan di kelas ini saja namun akan dilakukan dikelas lain yang telah selesai mengaji sampai juz terakhir. 

“Melalui acara ini diharapkan akan meningkatkan semangat untuk terus gemar membaca Al-Qur’an baik dimadrasah maupun dirumah. Disamping itu kelas lain yang belum tamat akan termotifasi untuk lebih rajin lagi dalam bertadharus.”harap Siti Rofingah.

Sementara itu Miftahul Hayati, S.Ag mengucapkan terimakasih kepada para orang tua yang telah memberikan dukungan penuh dan berkenan memberikan   sumbangan  konsumsi, berupa  kue, air mineral maupun dukungan secara  moril  lainnya.

“Walaupun acara ini sangat sederhana namun mudah-mudahan akan  memberi arti yang mendalam bagi siswa, serta mendapatkan barokah dari Allah, SWT amin.”kata Miftahul Hayati. (andg)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)