Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Ngobrol Sama Bule

Ummi sedang ngobrol dengan Sylvia
Selama berjalannya program Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (KPPBM) yang dilaksanakan oleh PMI Kabupaten Kapuas dengan dukungan dana dari Palang Merah Spanyol, sebenarnya para staf dan relawan mendapatkan alokasi dana untuk mengikuti kursus bahasa Inggris. Diharapkan dengan kursus bahasa Inggris tersebut, pada akhir proyek mereka bisa memiliki ketrampilan dan berbicara dan menulis laporan dalam bahasa Inggris.

Semangat belajar bahasa Inggris ini naik dan turun. Saat awal proyek dimana masih belum banyak kegiatan dan belum banyak format laporan, mereka bersemangat untuk kursus. Namun dengan semakin banyaknya kegiatan dan laporan yang harus dipersiapkan, kursusnya keteteran. Namun diakhir proyek, semangat ini muncul kembali.

Buah dari kursus tersebut adalah para staf dan relawan memiliki keberanian untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Hal ini mereka tunjukkan dengan memberanikan diri untuk berdiskusi dengan Sylvia, Country Representative dari Spanish Red Cross (SRC). Selain itu, mereka juga membuat video singkat dengan Sylvia yang berupa percakapan singkat dalam bahasa Inggris.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"