Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Reuni Bupati Kapuas Dengan Bapak Rapiuddin Hamarung

Bupati Kapuas (kiri) berbincang dengan Bapak Rapiuddin
Disela-sela kesibukannya, Bupati Kapuas, Ir. Ben Brahim S. Bahat, MM, MT menyempatkan diri untuk menerima kunjungan dari Bapak Rapiuddin Hamarung, mantan pejabat Gubernur Kalimantan Tengah. Dalam pertemuan tersebut Bapak Rapiuddin meminta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kapuas terhadap kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh PMI Kabupaten Kapuas. Beliau juga mengingatkan bahwa ketersediaan darah merupakan tanggung jawab pemerintah daerah.

Bupati Kapuas mengingatkan Bapak Rapiuddin mengenai kisah saat beliau menelusuri jalan tembus dari Palangka Raya ke Buntok. Pak Ben mengingatkan bahwa mereka harus menginap di Desa Timpah, kemudian menyeberangi sungai dengan klotok, lalu melanjutkan perjalanan dengan menggunakan sepeda motor menelusuri jalan setapak. Pak Ben Brahim menawarkan kepada Pak Rapiuddin untuk melakukan napak tilas terhadap apa yang pernah beliau lakukan dulu.

Pak Rapiuddin sebagai Kepala Markas PMI Pusat, didampingi oleh Bapak Nahson Taway (Ketua PMI Provinsi Kalimantan Tengah), dr. Arfan (Ketua Divisi Kesehatan PMI Pusat), Sylvia (Country Representatif dari Palang Merah Spanyol), dr. Jum'atil Fajar (Sekretaris PMI Kabupaten Kapuas) dan Pocut Ayesha Farra (Palang Merah Spanyol).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)