Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Riset Eijkman Di Hulu Sungai Kapuas

Pengambilan darah dari penambang emas
Para peneliti dari Lembaga Mikrobiologi Molekuler Eijkman dari tanggal 4 - 7 Maret 2014 mengadakan penelitian di hulu Sungai Kapuas. Desa-desa yang dikunjungi adalah Desa Tumbang Bukoi, Desa Mantaa, Desa Tumbang Tihis, Desa Tanjung Rendan, Desa Sei Pinang dan Desa Sei Hanyu. Kegiatan yang dilakukan adalah Survey Darah Massal (Mass Blood Survey) dan pengumpulan vektor malaria. Selain mengumpulkan darah di daerah pemukiman, mereka juga mengumpulkan darah dari para penambang emas.
Pencarian jentik malaria oleh peneliti Eijkman
Para peneliti menyampaikan bahwa mereka sudah meneliti profil malaria di pulau-pulau yang lain, sedangkan untuk Kalimantan ini, masih sedikit sekali informasi yang mereka miliki. Itulah sebabnya mereka mulai melakukan penelitian tentang malaria di Kalimantan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)