Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Anjangsana Menyantuni Fakir Miskin

Lansia yang hidup sendiri dan tidak mampu di Pulau Telo

Lansia yang hidup sendiri dan tidak mampu di Pulau Telo

Warga Pulau Telo yang buta sejak lahir

Penghuni Rumah Singgah binaan Dinas Sosial
Pada hari Rabu, 16 April 2014, Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas bersama dengan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kapuas mengadakan kunjungan ke warga-warga tidak mampu di Desa Pulau Telo, Kecamatan Selat. Tim mengunjungi para lanjut usia yang tinggal sendiri di rumah mereka yang sangat kecil. Selain itu kunjungan juga dilakukan terhadap lansia yang sudah tuna netra sejak lahir. Kunjungan terakhir dilakukan di rumah singgah binaan dinas sosial yang merawat penderita kelainan mental, di Desa Maluen, Kecamatan Basarang. Disemua tempat yang dikunjung, tim memberikan bingkisan kepada mereka. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"