Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Demam Tas Benang Kru

Ibu-ibu Dharma Wanita Kesehatan dengan tas-tas benang Kru yang lagi ngetrend
Saat ini di Kuala Kapuas kaum perempuan sedang rajin-rajinnya membuat tas dari benang Kru. Asalkan mau belajar, meluangkan waktu, Insya Alloh siapapun bisa membuat tas yang unik ini. Modelnya bisa bermacam-macam, demikian juga dengan detil pola rajutannya. Warnanya pun bisa dipilih sesuai selera, mau paduan warna kontras atau harmonis, atau tidak matching sama sekali. Bermodal beberapa ikat benang kru, waktu luang, dan ketekunan, tas ini bisa diselesaikan bahkan paling cepat dalam beberapa hari saja. Ada juga yang mengembangkan kreasinya untuk dompet, tempat tissue, bahkan bakul. Selain hasilnya bisa dipakai sendiri, jika dijual dapat menambah pendapatan keluarga. Untuk yang punya banyak waktu, silakan bisa membuat sendiri. Untuk yang sibuk, dengan harga Rp 150-200 ribu sudah bisa mendapatkan tas yang cantik. 

Ibu-ibu yang tergabung dalam Darma Wanita Persatuan Kesehatan yang merupakan penggabungan dari Dinas Kesehatan dan RSUD dr. Soemarno Sosroatmodjo tidak ketinggalan ikut ambil bagian. Pada saat arisan bulanan tanggal 9 April 2014 lalu,   diajarkan simpul-simpul dasar untuk membuat tas. Sebagai pengajar adalah bu Misdi dan bu Rina, karena mereka berdua telah membuat tas-tas sendiri. Melihat tas-tas kru tersebut, penulis ingat beberapa tahun lalu di Malioboro membeli tas rajutan yang ternyata sengaja dibuat untuk para turis. Warnanya kalem dan harmoni, buatannya rapi.  

Mudah-mudahan kaum perempuan di Kuala Kapuas pun bisa memanfaatkan hobby ini tidak hanya untuk diri sendiri, namun juga meningkatkan pendapatan keluarga, dan mengharumkan Kuala Kapuas dengan motif rajutan benang Kru yang khas motiv Dayak.   


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)