Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pembangunan SMPIT Al-Amin Dimulai

Pembangunan SMPIT Al-Amin Kapuas
Pembangunan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Al-Amin Kapuas sudah dimulai sejak minggu ini. Pembangunan ini merupakan wujud keseriusan pengurus Yayasan Islam Al-Amin Kapuas untuk mewujudkan berdirinya SMPIT Al-Amin Kapuas pada tahun ajaran ini. Pembangunan ini dibiayai melalui dana yang digalang dari para donatur dan uang bangunan yang dimiliki oleh yayasan.

SMPIT ini akan mengunggulkan pelajaran Qur'an, bahasa Arab dan Inggris yang aktif serta adanya Studi Islam bagi para siswa. Rekrutmen sedang dilakukan untuk memenuhi formasi kepala sekolah. Diharapkan pada bulan April ini, seluruh struktur sekolah dapat dipenuhi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"