Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Anak-anak Muslim Filipina di Manila

Anak-anak Muslim Filipina
Saat jam istirahat Pelatihan Magpi di markas Palang Merah Filipina, penulis menyempatkan diri untuk shalat di Masjid Al-Nur yang berada di daerah sekitar pelabuhan di Manila. Penulis sempat bingung mencari dimana lokasi masjid, rupanya sebuah bangunan berlantai dua yang belum selesai dan dikelilingi oleh pagar, sehingga tidak terlihat adanya pintu masuk. Saat akan wudhu', rupanya banyak anak-anak yang duduk-duduk di dekat tempat wudhu. Rupanya mereka adalah anak-anak Muslim yang berasal dari Mindanao.
Belajar mengaji di masjid
Sebagian besar dari mereka tinggal di kawasan yang bisa dikatakan kumuh. Mereka tidak bisa berbahasa Inggris, mereka menggunakan bahasa Tagalog. Sebagian dari anak-anak perempuan yang penulis temui di masjid dan sekitar masjid menggunakan jilbab. Sebagian dari mereka sedang belajar mengaji di masjid.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"