Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Intramuros

Salah satu bagian dari Intramuros
Sesuai dengan namanya, Intramuros (yang artinya "di dalam dinding"), daerah ini dikelilingi oleh dinding tebal yang tinggi. Bangunan yang terletak di kota Manila ini adalah benteng pertahanan yang dibangun oleh tentara Spanyol terhadap serangan dari luar. Di dalam dinding inilah terletak berbagai bangunan bersejarah yang dibangun sejak abad ke-16. Banyak katedral dan gereja tua yang terdapat di dalam dinding ini. Mengingat jalan yang cukup kecil di salah satu bagiannya, yaitu General Luna Street, tidak sebuah kendaraan pun diijinkan untuk parkir di jalan ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"