Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Manila Golden Mosque

Manila Golden Mosque
Masjid ini terletak di Muslim Town, Barangay 384, Zone 39, District III, Manila. Lokasinya di Quiapo. Jadi kalau naik Jeepny, cari yang ada jurusan Quiapo. Masjid ini dikelilingi oleh perumahan orang-orang Muslim yang agak kumuh. Menurut keterangan dari salah seorang kaum di masjid ini yaitu Bapak Abdurrahman, masjid ini merupakan masjid terbesar di Manila. 

Sebagai penjaga dan imam masjid, Bapak Abdurrahman sudah bekerja secara sukarela selama 16 tahun. Beliau menyelesaikan pendidikan di Madinah University, Saudi Arabia. Beliau mengajarkan Qur'an kepada orang tua dan anak-anak di sekitar masjid. Beliau juga mengajar di madrasah yang berada di belakang masjid. Beliau menghidupi keluarga dengan sumbangan yang diberikan oleh warga Muslim yang mengunjungi masjid tersebut.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"