Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Hemodialisa RSUD Sudah Melayani Pasien

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kepala Ruangan Hemodialisa, H. M. Sholichuddin, pada hari Selasa, 10 Juni 2014 ada 2 orang pasien yang menjalani hemodialisa. Kegiatan hemodialisa ini dimulai pada jam 09.00 WIB dan berlangsung selama 5 jam. Untuk pelayanan pasien pertama ini, tim hemodialisa didampingi oleh Mbak Tri, Clinical Advisor dari PT. Fresenius.

Pada tahap awal ini, rumah sakit hanya melayani pasien satu "shift" saja yaitu dari jam 07.00 - 16.00 WIB. Setelah itu, sejalan dengan meningkatnya jumlah pasien, jumlah "shift" juga akan ditambah.

Menurut keterangan Bapak Sholichuddin, selama seminggu ini sekitar 2 pasien hemodialisa yang dilayani setiap harinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"