Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Insya Allah Unit Hemodialisa Dibuka Hari Senin, 9 Juni 2014

Visitasi dari Pernefri Jawa Timur (Courtesy of Tri - Fresenius)
Pada hari Jum'at, 6 Juni 2014, rombongan dari Persatuan Nefrologi Indonesia (Pernefri) Cabang Jawa Timur yang terdiri dari dr. Chandra dan dr. Widodo mengunjungi Unit Hemodialisa RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Kunjungan ini adalah dalam rangka menilai kesiapan unit ini untuk mulai beroperasi. Dari hasil kunjungan tersebut, ruangan yang dikepalai oleh M. Sholichuddin ini dinilai sudah layak untuk menerima pasien hemodialisa. Insya Allah mulai Senin, 9 Juni 2014 unit ini sudah mulai melayani pasien hemodialisa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"