Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Studi Banding SMPIT Al-Amin Kapuas ke SMPIT Ukhuwah Banjarmasin

Rombongan dari Kapuas disambut pengelola SMPIT Ukhuwah
 Pada hari Senin, 16 Juni 2014 pengurus inti Yayasan Islam Al-Amin Kapuas (Nor Awalia, Hasanudin, Siti Suparti) dan pengampu kepentingan di SMPIT Al-Amin Kapuas (Dyah, Susi Wahyuni, Sumi, Gatot) mengunjungi SMPIT Ukhuwah Banjarmasin. Kunjungan studi banding ini dalam rangka menggali pengalaman Yayasan Ukhuwah mengelola SMPIT. 

Tahun ajaran baru 2014, insya Allah SMPIT Al-Amin Kapuas akan memulai proses belajar mengajar. Sekolah ini mengunggulkan masalah Qur'an, Tarbiyah, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"