Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Allah Cuma Meminta Sedikit Dari Kita

Ustadz Suriani Jiddy, Lc (kedua dari kiri)
Oleh: Ustadz Suriani Jiddy, Lc

Ramadhan merupakan salah satu anugerah yang diberikan Allah SWT kepada kita. Karena Allah memberikan keistimewaan pada bulan Ramadhan ini, diantaranya yaitu:

Allah mewajibkan kepada kita semua untuk berpuasa pada bulan ini. Allah tidak mewajibkan puasa pada bulan-bulan lain. Puasa pada bulan-bulan lain tidak wajib seperti Puasa Senin-Kamis, Puasa Hari-hari Putih (13, 14, 15 bulan Hijriah), kalau kurang masih bisa ditambah dengan Puasa Nabi Daud (sehari puasa, sehari berbuka). Puasa Ramadhan wajib, yang tidak berpuasa berdosa.

“Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kalian semua berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa” (Q.S. Al Baqarah, 2: 183)

Allah mewajibkan kita berpuasa hanya satu bulan (paling lama 30 hari). Kalau kita lihat perintah Allah kepada kita untuk beribadah kepada-Nya tidak banyak, sedikit saja. Allah menyediakan satu tahun, dia hanya meminta kepada kita satu bulan. Tidak ada alasan kepada kita untuk tidak berpuasa. Ada orang yang merasa susah ketika berpuasa. Ada orang yang setelah sahur tidur sampai berbuka.

Sayid Sabiq – tidak ada ibadah yang lebih utama dari pada shalat. Jangan sampai kita puasa tapi tidak shalat.

Allah meminta dari kita sedikit saja, meskipun Allah memberi kita nikmat tidak terhingga. “Kalau kamu menghitung nikmat Allah, maka kamu tidak akan sanggup untuk menghitungnya”.

Allah memberikan waktu kita sehari-semalam 24 jam. Allah meminta kita waktu sedikit untuk shalat. Allah hanya minta 1,5 jam saja untuk sujud kepada-Nya. Banyak orang yang masih pelit dengan waktunya. Masih banyak orang yang meninggalkan shalat.

Dalam Islam, orang yang memiliki kelebihan harta, setelah memenuhi syaratnya harus mengeluarkan zakat. Zakat itu Cuma 1/40 dari harta yang kita miliki. Tidak semua harta tersebut kita zakati. Harta yang wajib dizakati adalah yang sudah sampai nishob-nya. Bila harta belum mencapai 85 gram emas, belum wajib zakat.

“Kepada-Mu-lah kami menyembah dan kepada-Mu-lah kami mohon pertolongan”. Jadi kita menyembah dulu baru meminta. 

Permintaan kita yang banyak kadang kurang disertai dengan ibadah yang banyak. Harus ada perbedaan antara sebelum Ramadhan dengan sesudah Ramadhan. Sesudah Ramadhan harus semangat dalam menuntut ilmu.

Orang yang berpuasa itu punya dua kegembiraan, kegembiraan saat dia berbuka dan kegembiraan saat bertemu dengan Tuhannya.


Disampaikan pada hari Minggu, 06 Juli 2014 di Masjid At Taubah, Rutan Kelas IIB Kuala Kapuas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)