Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Tatap Muka Pasien dan Keluarga Dengan Pengelola Instalasi Hemodialisa

dr. Gusti Hariyadi Maulana dan M. Sholichuddin (kanan)
Pada hari Senin, 30 Juni 2014 yang lalu, Instalasi Hemodialisa RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo mengadakan kegiatan tatap muka dengan pasien dan keluarganya. Dalam kegiatan ini penanggung jawab instalasi dr. Gusti Hariyadi Maulana, M.Sc, Sp.PD menyampaikan materi Manajemen Anemia Pada Penyakit Ginjal Kronik.

Kegiatan ini membahas masalah pemeriksaan darah untuk melihat kadar besi dalam darah pasien yang belum bisa dilakukan oleh rumah sakit serta terapinya. Hadir juga dalam pertemuan ini pihak distributor, apotik dan wakil dari BPJS Kesehatan Kabupaten Kapuas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"