Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Kapuas Digest Edisi Agustus 2014

Cover depan dan belakang Kapuas Digest Agustus 2014
Dalam edisi ini ada beberapa artikel yang menarik diantaranya mengenai tenggelamnya Feri Berkah Bersaudara pada hari kedua Idul Fitri 1435 H / 2014 yang lalu. Selain itu juga ada wawancara eksklusif dengan Ian Antono (Gitaris God Bless) serta tulisan tentang "Pasar Gaib" di Taman Makam Pahlawan Jalan Pemuda.

Majalah ini dapat diperoleh di Kios Koran Kalteng Jl. Tambun Bungai (samping Ria Optikal), di Kios Majalah Syafa di Pasar Danau Mare atau hubungi bagian pemasaran Kapuas Digest pada nomor telepon 085390567980. Untuk pemesanan dalam kota Kuala Kapuas, majalah siap diantar ke rumah/kantor tanpa dipungut biaya antar.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"