Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Pasar di Desa Sei Ahas, Kecamatan Mantangai

Pasar Desa Sei Ahas, Kecamatan Mantangai

Keberadaan pasar di suatu tempat memang mempunyai peranan penting dalam mendorong kegiatan perekonomian, seperti halnya yang ada di Desa Sei Ahas Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Dengan penerangan dari genset pasar ini digelar setiap Rabu malam dari jam 18.00 - 23.00 WIB. Pedagang yang ada di pasar ini kebanyakan berasal dari Palingkau namun juga ada beberapa pedagang dari Kuala Kapuas, dan Banjarmasin yang ikut kapal dagang untuk berkeliling dari kampung ke kampung yang ada di Kecamatan Mantangai. Barang yang dijual berupa kebutuhan pokok dan ada juga sedikit barang elektronik. 

Pasar ini sangat berarti sekali bagi masyarakat Desa Sei Ahas mengingat moda transportasi menuju pusat kota Mantangai hanya lewat jalur sungai yang biasanya ditempuh selama ± 2 jam perjalanan menggunakan perahu/sampan kecil bermesin milik pribadi, dan untuk menuju kota Kuala Kapuas sendiri hanya ada setiap hari Sabtu sedangkan dari Kuala Kapuas adanya hari Rabu dengan menggunakan kapal motor tujuan Kapuas-Timpah yang ditempuh selama ± 6 jam perjalanan dengan membayar ongkos sebesar Rp. 70.000,-

Adanya aktivitas pasar ini juga bisa menjadi tempat untuk saling bersilaturahmi dan sebagai hiburan bagi masyarakat Desa Sei Ahas.

Pasar Desa Sei Ahas, Kecamatan Mantangai



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)