Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pasar di Desa Sei Ahas, Kecamatan Mantangai

Pasar Desa Sei Ahas, Kecamatan Mantangai

Keberadaan pasar di suatu tempat memang mempunyai peranan penting dalam mendorong kegiatan perekonomian, seperti halnya yang ada di Desa Sei Ahas Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Dengan penerangan dari genset pasar ini digelar setiap Rabu malam dari jam 18.00 - 23.00 WIB. Pedagang yang ada di pasar ini kebanyakan berasal dari Palingkau namun juga ada beberapa pedagang dari Kuala Kapuas, dan Banjarmasin yang ikut kapal dagang untuk berkeliling dari kampung ke kampung yang ada di Kecamatan Mantangai. Barang yang dijual berupa kebutuhan pokok dan ada juga sedikit barang elektronik. 

Pasar ini sangat berarti sekali bagi masyarakat Desa Sei Ahas mengingat moda transportasi menuju pusat kota Mantangai hanya lewat jalur sungai yang biasanya ditempuh selama ± 2 jam perjalanan menggunakan perahu/sampan kecil bermesin milik pribadi, dan untuk menuju kota Kuala Kapuas sendiri hanya ada setiap hari Sabtu sedangkan dari Kuala Kapuas adanya hari Rabu dengan menggunakan kapal motor tujuan Kapuas-Timpah yang ditempuh selama ± 6 jam perjalanan dengan membayar ongkos sebesar Rp. 70.000,-

Adanya aktivitas pasar ini juga bisa menjadi tempat untuk saling bersilaturahmi dan sebagai hiburan bagi masyarakat Desa Sei Ahas.

Pasar Desa Sei Ahas, Kecamatan Mantangai



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"