Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

SMK Farmasi Al-Amin Mulai Dibangun

Pembangunan SMK Farmasi Al-Amin Kapuas
Menurut keterangan kepala sekolah SMK Farmasi Al-Amin Kapuas, Sugeng Sukriyanto, S.Pd.I, sejak tanggal 3 Oktober 2014 yang lalu dana pembangunan sebesar 700 juta rupiah sudah diterima di rekening SMK. Pihak SMK baru mengetahui masuknya dana tersebut pada tanggal 9 Oktober 2014. Pada tanggal 10 Oktober 2014 langsung diselenggarakan rapat untuk persiapan pembangunan tersebut. Mulai tanggal 16 Oktober 2014 pembangunan dimulai. Pembangunan ini diharapkan selesai dalam waktu 180 hari (6 bulan) dan 60 hari (2 bulan) pemeliharaan. Bangunan ini terdiri dari empat ruangan, tiga ruang kelas dan satu ruang praktek.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"