Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Bupati Kapuas Semarakkan World Diabetes Day 2014

Bupati Kapuas (depan, tiga dari kiri) menghadiri peringatan World Diabetes Day 2014
Pada hari Jum'at, 14 November 2014 bertempat di halaman RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo dilaksanakan kegiatan Peringatan World Diabetes Day (Hari Diabetes Sedunia) 2014. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Peringatan HUT Persadia Kabupaten Kapuas ke-8. Rangkaian kegiatan ini sudah dimulai sejak beberapa minggu yang lalu dimana sudah dilaksanakan kegiatan lomba memasukkan air ke dalam botol, lomba menggiring bola. Kemudian pada pagi ini kegiatan diawali dengan Gerak Jalan mengelilingi Stadion Panunjung Tarung. Gerak jalan ini dilepas oleh Wakil Bupati Kapuas, Ir. Muhajirin, MP. Kemudian dilanjutkan dengan Senam Diabetes. Kegiatan senam ini diikuti oleh Bupati Kapuas.

Setelah itu barulah diadakan kegiatan peringatan World Diabetes Day 2014. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari ketua panitia (Bapak Sihen). Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini terlaksana berkat kegiatan pengumpulan dana yang dilakuka oleh panitia berupa penjualan kue, sumbangan dari anggota dan donatur serta bantuan dari direktur rumah sakit.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Persadia Kabupaten Kapuas (Bapak Talinting E. Toepak), Beliau menjelaskan bahwa jumlah anggota Persadia yang terdaftar sekarang adalah 250 orang. Anggota Persadia meliputi seluruh kalangan termasuk pedagang sayur. Kegiatan rutin Persadia adalah senam setiap minggu dan pemeriksaan darah setiap bulan. Persadia sering mengunjungi Puskesmas di luar kota untuk mempromosikan kegiatan Persadia bahkan pernah sampai ke Pulang Pisau. Persadia juga rutin mengikuti kegiatan Pandu Diabetes yang diselenggarakan setiap tahun. Diharapkan bantuan Pemda tetap berjalan pada tahun-tahun berikutnya.

Direktur RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo (dr. Bawa Budi Raharja, MM) dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada Persadia Cabang Kapuas yang sudah mandiri dan tetap konsisten dalam melaksanakan kegiatannya. Bupati Kapuas dalam sambutannya menceritakan tentang pamannya yang penderita diabetes tapi tetap sehat pada usia 80 tahun karena rajin berolah raga dan menjaga makanannya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)