Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

English Reading Contest SMAN 1 Kuala Kapuas

Mayang Lestari sedang membacakan cerita (Courtesy of SMAN 1 Kuala Kapuas)
Pada hari Sabtu, 1 November 2014 bertempat di halaman SMAN 1 Kuala Kapuas diselenggarakan kegiatan English Reading Contest. Kegiatan ini diselenggarakan oleh guru-guru Bahasa Inggris SMAN 1 Kuala Kapuas. Lebih dari 40 siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ini. Masing-masing peserta diijinkan untuk membaca cerita dengan teks yang sudah mereka persiapkan sendiri. Juara satu kontes membaca bahasa Inggris ini adalah Mayang Lestari, siswi Kelas X MIA-1.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"