Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Kabut Asap Kembali Liputi Kuala Kapuas

Kabut asap di Bundaran Besar
Sejak kemarin pagi (Rabu, 5 November 2014), kabut asap tipis mulai meliputi kota Kuala Kapuas. Makin siang kabut asap makin tebal. Pada siang hari menjelang sore, ada sedikit hujan yang turun, namun hal itu belum bisa mengurangi kabut asap. Pagi ini (Kamis, 6 November 2014) kabut asap cukup tebal, sehingga sangat mengganggu saluran pernapasan. Pada waktu Subuh, ada hujan gerimis yang membasahi kota Kuala Kapuas, namun belum dapat menyingkirkan kabut asap. Menurut keterangan seorang warga di Anjir Palambang, terjadi kebakaran lahan di pemukiman transmigrasi di Palingkau.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"