Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Berobat Ke Puskesmas Selat

Meja gigi di Puskesmas Selat
Pada hari Kamis, 15 Januari 2015 admin berobat gigi ke Puskesmas Selat. Admin datang jam 07,45 WIB langsung mendaftar ke loket. Setelah mendapat kartu berobat dan status pasien langsung ke poliklinik gigi. Setelah menunggu sekitar lima menit langsung dilayani oleh petugas di poli gigi.

Setelah diperiksa petugas mengatakan bahwa tambalan gigi yang ada pecah dan harus dibongkar. Tapi karena bor gigi sedang ada masalah, admin dirujuk ke rumah sakit. Petugas membuatkan surat rujukan ke rumah sakit. Setelah surat rujukan selesai admin meminta cap ke bagian tata usaha. Di bagian tata usaha surat rujukan di cap dan diberi amplop dengan tujuan poliklinik gigi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"