Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Bundaran Besar - Pusat Selfie di Kuala Kapuas

Bundaran besar di jalan Trans Kalimantan, Jalan Pemuda Km. 3 Kuala Kapuas dikenal sebagai tempat selfie. Hal ini dibuktikan dengan banyak foto yang diunggah ke Twitter, Facebook dan Instagram serta media sosial lainnya yang menggambarkan foto di bundaran besar ini.
Pembangunan bundaran besar beserta dengan taman-taman di sekelilingnya dibangun secara bertahap. Yang pertama kali dibangun adalah bundaran besar tanpa taman. Taman yang pertama kali dibangun adalah yang di dekat kantor Badan Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Kapuas. Setelah itu taman di depan Polres Kapuas. Setelah itu taman yang ada ke arah Palingkau, dan yang terakhir adalah taman ke jalan ke arah Banjarmasin.
 Masing-masing taman memiliki patung yang berbeda-beda. Di masing-masing taman ada tulisan. Bila digabungkan semua tulisan di setiap taman, maka akan berbunyi: "Kuala Kapuas Kota Air, Tingang Menteng Panunjung Tarung".
Orang yang melewati Kuala Kapuas, umumnya menyempatkan diri untuk berfoto di bundaran besar ini. Kadang-kadang mereka memarkir mobil atau sepeda motornya tepat di lingkaran bundaran besar.
Dalam kondisi hujan gerimis pun orang-orang yang mampir ke bundaran besar ini akan menyempatkan diri untuk mengambil foto mereka di salah satu taman yang ada di bundaran besar ini. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)