Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Hikmah Hidup Menderita

Guru Parhani (paling kiri)
Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan pada hari Jum'at, 16 Januari 2015 di Langgar Al Inayah, Guru Parhani menyampaikan ceramah berikut:

Beliau berharap peringatan maulid ini bukan rutinitas tetapi dapat membuat Rasulullah menjadi teladan.

Peristiwa-peristiwa dibulan Rabiul Awal:

  1. Kelahiran Muhammad SAW
  2. Rasulullah sampai ke kota Madinah dalam perjalanan hijrah, disambut dengan nyanyian thala'al badru 'alaina.
  3. Rasulullah meninggal.

Kadang kita ketika membaca sejarah Nabi Muhammad SAW kita kagum karena anak ini dilahirkan dalam kondisi yatim. Kemudian disusui oleh Halimah Sa'diah yang hidup serba miskin. Beliau dirawat sampai usia 4 tahun. Kemudian beliau diasuh ibunya. Pada usia 6 tahun beliau dibawa ke Madinah. Diperjalanan pulang ibunya meninggal, kemudian beliau diasuh Abdul Muthalib. Usia 8 tahun setelah kakeknya meninggal beliau diasuh oleh pamannya Abu Thalib. Beliau menggembala domba.

Karena tugasnya sangat berat, sejak kecil sudah dilatih dengan penderitaan. Orang yang tidak biasa susah kalau ditimpa kesulitan bisa stres. Semua kita berjuang untuk untuk mencapai tujuan. Untuk itu perlu mental yang kuat.

Mental anak-anak desa lebih kuat dari anak-anak kota. Anak kota sudah jenggotan masih anak Mami. Di desa usia SD sudah bantu orang tua. Anak desa akrab dengan alam sekitar dan sayang dengan alam. Orang desa tidak sombong. Pengaruh lingkungan sangat besar bagi perkembangan anak. Bila lingkungan baik maka anak akan baik. Mari kita jaga lingkungan. Karena nila setitik rusak susu sebelanga. Pepatah Arab: LIhat tetangga sebelum mencari rumah.

Semua tahap kehidupan Rasulullah menjadi pelajaran bagi kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"