Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Bukan Cuma Teori



Senam pagi di halaman belakang hotel
Pertemuan Penanganan Penyakit Tidak Menular Regional Tengah yang dilaksanakan pada hari Minggu-Rabu, 15-18 Februari 2015 di Bali mencoba menerapkan apa yang selama ini dipromosikan oleh kementerian kesehatan yaitu berolahraga. Para peserta diberi tahu bahwa ada jam untuk senam pagi sebelum kegiatan dimulai. Jadi setiap pagi peserta bersama-sama melakukan senam di halaman belakang hotel.
Rapat di dalam hotel
Olahraga pada saat pertemuan sudah banyak dilakukan oleh berbagai macam lembaga di Indonesia. Hal baik ini tentu harus dilestarikan dalam rangka menjaga pola hidup sehat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"