Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Masa Kecil Yang Bahagia

Anak-anak kecil sedang bermain pasir
Saat ini agak jarang kita lihat anak-anak kecil bermain dengan apa yang ada di sekitar mereka. Anak-anak kita sekarang sudah memiliki mainan yang sudah dirakit. Mereka jarang lagi bermain dengan pasir, bermain dengan batu, air, daun-daunan, bambu, kulit jeruk bali dan lain-lain. Anak-anak yang dibesarkan di pedesaan masih dapat merasakan kedekatan dengan alam. Mereka masih mandi di sungai, masih bermain dengan tanah dan lain-lain. Sedangkan anak-anak di kota lebih banyak menghabiskan waktu mereka dengan berada di hadapan layar monitor baik PC, Laptop maupun gadget yang mereka miliki. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Semoga masa kecil dapat dilalui dengan bahagia sehingga  membantu perkembangan emosi di masa mendatang.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"