Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pondasi SDIT Al-Amin Hampir Selesai

Pondasi SDIT Al-Amin Kapuas
Setelah pembukaan lahan dimulai pada minggu lalu, selama empat hari para tuang sudah hampir menyelesaikan pembangunan pondasi SDIT Al-Amin Kapuas. Mengingat keterbatasan dana akan dibuat bangunan sementara. Jalan ke lokasi ini masih sulit dilalui kendaraan roda dua karena beceknya jalan. Para tukang mengatakan bahwa pekerjaan akan cepat selesai kalau bahan-bahan bangunannya lancar. Lokasi SDIT ini sekitar 500 meter dari Jalan Pemuda, masuk dari samping Masjid Darul Aman, Kuala Kapuas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"