Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Roti dan Pancake Durian

Mobil penjual roti dan pancake durian
Roti dan pancake durian ini dijual di sebuah mobil yang diparkir di depan Plasa Telkom, Kuala Kapuas. Mereka sudah menjual penganan ini sejak awal bulan Januari 2015 yang lalu. 
Puding rainbow (kiri) dan lempuk durian (kanan)
Mereka mulai berjualan dari jam 15.00 - sebelum Maghrib. Dilanjutkan dari setelah Maghrib sampai pukul 21.00 WIB. 

Adapun beberapa penganan yang dijual di mobil ini adalah:

  • Pancake durian - Rp 7.000 per biji
  • Roti durian - mulai dari Rp 25.000 sampai dengan Rp 55.000
  • Lempuk durian - Rp 30.000
  • Puding rainbow - Rp 13.000
Contact person:
  • HP : 082250099961
  • Pin BB : 2652C23F
  • FB : Azkiya Dut Dut gendut

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"